NDP (Nilai Dasar Perjuangan)

PENGANTAR PENGURUS BESAR

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

بِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــمِ

 

Bismillahir-Rahmanir-Rahiem.

Anggaran Dasar Himpunan Mahasiswa Islam pasal 3 menyebutkan “Organisasi ini berazazkan Islam”.

Dasar organisasi merupakan Sumber motivasi, pembenaran dan ukuran bagi gerak-langkah organisasi itu. Karena kwalitas inilah maka HMI selain merupakan oganisasi kemahasiswaan jang memperhatikan “students need & students interest” djuga meruapakan suatu organisasi perdjuangan jang mengemban suatu “mission sacree”. Setjara ringkas dapat dikatakan bahwa tugas sutji HMI ialah berusaha mentjiptakan masjarakat jang adil dan sedjahtera. Secara ringkas jang mendjadi dasar perdjuangannja memuat adjaran pokok bahwa “Sesungguhnja Allah memerinahkan akan Keadilan dan Ihsan (usaha perbaikan masjarakat)”.

Dasar perdjuangan itu diuraikan dalam buku ketjil “Nilai2 Dasar Perdjuangan” (NDP) ini. NDP merupakan perumusan tentang adjaran2 pokok Agama Islam, jaitu nilai2 dasarnja, sebagaimana tertjantum dalam Al-Kitab dan As-Sunnah.

Semula sebagai kertas kerdja PB.HMI periode 1966-1969 kepada Kongres IX di Malang, perumusan NDP ini kemudian mendapatkan pengesahan dari Kongres tersebut, dan atas mandat Kongres itu pula tiga orang telah ditundjuk untuk menjempurnakannja. Ketiga mereka itu, ialah sdr2 Nurcholish Madjid, Endang Saifuddin Anshari dan Sakib Mahmud. Jang ada sekarang ini adalah hasil penjempurnaan itu.

Kepada setiap anggota HMI, terutama para akivisnja, diharapkan membatja NDP. Pemahaman terhadap nilai2 itu diharapkan dapat menafasi perdjuangan kita dewasa ini dan seterusnja.

Sistematika dalam mentjeramahkan NDP ini kepada para trainees (peserta2 latihan atau training) tergantung kepada tingkat pengetahuan peserta tersebut dan kepada metode pendekatan jang dipiih oleh pentjeramah sendiri. Oleh sebab itu dimintakan kreativitas setiap pentjeramah atau instruktur latihan2 untuk dapat membuat sendiri sistematika itu sesuai dengan keperluan. Dan mengingat perumusan NDP ini dibuat begitu rupa sehingga sedjauh mungkin merupakan se-mata2 pegangan “normatif”, maka kepada para instruktur atau pentjeramah djuga diharapkan ketrampilannja untuk dapat mengemukakan tjontoh2 njata dalam kehidupan se-hari2, baik jang positif (jaitu bersesuaian dengan nilai jang dimaksud) ataupun jang negatif (jaitu jang bertentangan). Dengan begitu penghajatan norma2 itu akan semakin mendalam.

Dua sjarat utama suksesnja perdjuangan ialah:

  1. Keteguhan iman atau kejakinan kepada dasar, jaitu idealisme kuat, jang berarti harus memahami dasar perdjuangan itu.
  2. Ketepatan penelaahan kepada medan perdjuangan guna dapat menetapkan langkah2 jang harus ditempuh, berupa program perdjuangan atau kerdja, jaitu ilmu jang luas.

Maka perumusan NDP ini adalah suatu usaha guna memenuhi sjarat pertama tersebut. Sedangkan sjarat kedua lebih bersifat dinamis, artinja disesuaikan dengan keadaan. Untuk ini Kongres IX telah memutuskan tentang Program Kerdja Nasional (PKN). Maka diharapkan kepada setiap warga Himpunan memahami kedua dokumen itu se-baik2-nja.

Achirnja semoga Allah menganugerahkan kepada kita keteguhan Iman dan keluasan Ilmu-pengetahuan.

Wabillahit-taufiq wal-hidajah,

4 Zulhidjah 1390 H

Djakarta,

31 Djanuari 1971 M

Pengurus Besar

Himpunan Mahasiswa Islam

Nurcholish Madjid                                                                Ridwan Saidi

Ketua Umum                                                                               Sekdjen

Read the rest of this entry »

PROGRAM KERJA NASIONAL
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
A.     Pengantar
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dilahirkan pada tanggal 14 Rabi’ul awal 1366 H yang bertepatan dengan tanggal 5 Februari 1947, mempunyai motivasi dasar untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia ini mempunyai derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam. Motivasi dasar inilah yang menjadi wawasan dan komitmen kebangsaan dan ke-Islaman bagi pengembangan organisasi.
Sebagai organisasi berasas Islam maka setiap gerak langkah HMI senantiasa dilandasi oleh ajaran Islam baik dalam kehidupan organisasi maupun yang tercermin dalam sikap pola pikir, sikap dan tindak kader HMI sehingga ajaran Islam tidak hanya menjadi sumber inspirasi dan motivasi tetapi sekaligus menjadi tujuan yang harus diwujudkan.
Ajaran Islam bagi HMI harus diwujudkan dalam kehidupannya, baik dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT maupun dalam tugas kekhalifahannya. HMI berusaha secaraa nyata untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu masyarakat adil dan makmur yang dirdhoi Allah SWT, serta mampu menjaga eksistensi bangsanya di tengah interaksi bangsa-bangsa di dunia.
HMI merupakan wadah sekaligus instrumen harus mampu memberikan sumbangan yang bermanfaat bukan hanya untuk para anggotanya namun sekaligus untuk masyarakat, bangsa, negara dan agama serta mampu menempatkan dirinya menjadi  “Rahmatan lil Al ‘Alamin”.
Untuk mewujudkan tujuan HMI, maka perlu suatu penjabaran lebih lanjut dalam bentuk Program Kerja Nasional (PKN).
B.     Pengertian

  1. Program Kerja Nasional (PKN) adalah penjabaran Pasal Usaha dalam Anggaran Dasar yang penyusunannya ditujukan untuk mencapai tujuan HMI dan diselimuti oleh asas Islam, status organisasi mahasiswa, sifat independen, dan peran sebagai organisasi perjuangan.
  2. Program Kerja Nasional (PKN) berfungsi sebagai pedoman bagi penyusunan program kerja seluruh struktur HMI dan merupakan inspirasi seluruh anggota HMI.
  3. Program Kerja Nasional (PKN) terdiri dari program jangka panjang yang ditinjau paling cepat empat tahun sekali dan jangka pendek yang ditinjau tiap dua tahun sekali.

  Read the rest of this entry »

REKOMENDASI KONGRES XXVII

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

 

PENDAHULUAN

Sebagai sebuah entitas yang menjadi bagian dari bangsa Indonesia, mahasiswa adalah anak kandung sejarah yang mampu melahirkan momentum-momentum perubahan demi menata arah perjalanan bangsa ke arah yang lebih baik dari masa ke masa. Peran-peran kebangsaan mahasiswa yang vital ini diperoleh karena posisi istimewa mereka sebagai duta masa depan bangsa. Sebab, peran alamiah dari mahasiswa ialah sebagai kelompok terpelajar yang memiliki kepeloporan dan kepemimpinan untuk menggerakkan sumber daya dan potensi yang ada pada umat, bangsa dan negaranya. Lewat serangkaian momentum perubahan sosial dalam usaha untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin untuk membentuk sebuah peradaban yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur (dalam konteks mahasiswa muslim).

Keistimewaan tersebut pada awalnya diperoleh berasal dari kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan tinggi dari proses perkuliahan. Dengan demikian, mereka memiliki kelebihan dalam hal ilmu dan pengetahuan bila dibandingkan dengan anggota masyarakat lain. Inilah yang menjadikan mahasiswa mendapatkan status elite modern di dalam struktur sosial masyarakat. Keluasan ilmu dan pengetahuan tersebut yang menuntun mahasiswa bertransformasi menjadi rausyan fikr (kaum yang tercerahkan), sehingga berbekal ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, mahasiswa dapat untuk melihat dengan jernih kondisi melingkupi bangsanya. Sehingga mampu memberikan solusi bagi permasalahan kontemporer, serta memberikan proyeksi bagi bangsanya agar siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Misi dari rausyan fikr ini adalah misi profetik (misi-misi kenabian) yaitu sebuah tradisi progressif untuk mendorong perubahan struktural guna mewujudkan peradaban manusia untuk menjadi lebih adil dan sejahtera serta membebaskan manusia dari segala problematiknya. Misi ini mewajibkan mahasiswa untuk selalu berada dalam kondisi  awas dan waspada ketika mereka bersentuhan dengan kenyataan di lapangan mengenai kondisi bangsanya, guna menangkap tanda-tanda pada zaman yang selalu bergerak. Dengan demikian mahasiswa juga harus menjadi intelektual organik (Gramscian) yang berfungsi sebagai agen perubahan sosial yang tidak saja berkutat di menara gading sebagai pengamat dan penghasil teori sosial belaka, namun turut serta berproses dalam menggagas, merekayasa, dan melaksanakan perubahan sosial itu sendiri.

Dalam melaksanakan misi, peran dan fungsinya tersebut mahasiswa membutuhkan wadah sebagai alat perjuangan, tempat untuk mengkreasikan ide dan gagasan, serta menghimpun kekuataan dan sumber daya yang dimilikinya. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu alat perjuangan dari mahasiswa Indonesia, sebagai bentuk ijtihad dan rasa tanggungjawab mahasiswa muslim dalam memenuhi basis demand bangsa Indonesia untuk turut serta memperjuangkan terwujudnya sebuah bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Read the rest of this entry »

TAFSIR INDEPENDENSI
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

A.     PEDAHULUAN

Menurut fitrah kejadiannya, maka manusia diciptakan bebas dan merdeka. Karenanya kemerdekaan pribadi adalah hak yang pertama. Tidak ada sesuatu yang lebih berharga dari pada kemerdekaan itu. Sifat dan suasana bebas dan kemerdekaan seperti diatas, adalah mutlak diperlukan terutama pada fase/saat manusia berada dalam pembentukan dan pengembangan. Masa/fase pembentukan dari pengembangan bagi manusia terutama dalam masa remaja atau generasi muda.

Mahasiswa dan kualitas-kualitas yang dimilikinya menduduki kelompok elit dalam generasinya. Sifat kepeloporan, keberanian dan kritis adalah ciri dari kelompok elit dalam generasi muda, yaitu kelompok mahasiswa itu sendiri. Sifat kepeloporan, keberanian dan kritis yang didasarkan pada obyektif yang harus diperankan mahasiswa bisa dilaksanakan dengan baik apabila mereka dalam suasana bebas merdeka dan demokratis obyektif dan rasional. Sikap ini adalah yang progresif (maju) sebagai ciri dari pada seorang intelektual. Sikap atas kejujuran keadilan dan obyektifitas.

Atas dasar keyakinan itu, maka HMI sebagai organisasi mahasiswa harus pula bersifat independen. Penegasan ini dirumuskan dalam pasal 6 Anggaran Dasar HMI yang mengemukakan secara tersurat bahwa “HMI adalah organisasi yang bersifat independen”sifat dan watak independen bagi HMI adalah merupakan hak azasi yang pertama.

Untuk lebih memahani esensi independen HMI, maka harus juga ditinjau secara psikologis keberadaan pemuda mahasiswa Islam yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam yakni dengan memahami status dan fungsi dari HMI.

Read the rest of this entry »

 

TAFSIR TUJUAN
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

 

I.    PENDAHULUAN

Tujuan yang jelas diperlukan untuk suatu organisasi, hingga setiap usaha yang dilakukan oleh organisasi tersebut dapat dilaksanakan dengan teratur. Bahwa tujuan suatu organisasi dipengaruhi oleh suatu motivasi dasar pembentukan, status dan fungsinga dalam totalitas dimana ia berada. Dalam totalitas kehidupan bangsa Indonesia, maka HMI adalah organisasi yang menjadikan Islam sebagai sumber nilai. Motivasi dan inspirasi bahwa HMI berstatus sebagai organisasi mahasiswa, berfungsi sebagai organisasi kader dan yang berperan sebagai organisasi perjuangan serta bersifat independen.

Pemantapan fungsi kekaderan HMI ditambah dengan kenyataan bahwa bangsa Indonesia sangat kekurangan tenaga intelektual yang memiliki keseimbangan hidup  yang terpadu  antara pemenuhan tugas duniawi  dan ukhrowi, iman dan ilmu, individu dan masyarakat, sehingga peranan kaum intelektual yang semakin besar dimasa mendatang merupakan kebutuhan yang  paling mendasar.

Atas faktor tersebut, maka HMI  menetapkan tujuannya sebagaimana dirumuskan dalam pasal 4. AD ART HMI yaitu : Read the rest of this entry »

menggugat sekuarisme

MENGGUGAT SEKULARISME

Dunia hari ini serasa begitu sempit seiring pesatnya perkembagan tekhnologi yang semakin canggih yang mampu mengubah kehidupan manusia dan sangat memanjakan manusia dengan segala kemudahan yang ada. Transformasi informasi maupun komunikasi begitu cepat tersampaikan walau harus melintasi belahan bumi yang sangat jauh dan memakan waktu sangat lama bila di tempuh hanya dengan berjalan kaki. Begitu pula halnya penyebaran sebuah paham yang tercetus jauh di suatu tempat dapat segera sampai ketempat lainya hanya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hal ini yang terjadi pula pada penyebaran paham sekularisme yang telah lama menjadi perhatian dan perdebatan beberapa kalangan di tanah air, baik dari yang pro maupun yang kontra terhadap paham ini.

Telah menjadi suatu konsensus umum bahwa makna sekularisme adalah sebuah paham yang menginginkan pemisahan antara hal – hal yang mengandung makna duniawi dengan hal – hal yang berbau ukhrawi (akhirat). Hal ini yang kemudian mengakibatkan timbulya reaksi terhadap paham ini dari kalangan yang tidak menginginkan sampai terjadinya pemisahan antara kedua hal tersebut di atas tadi. Terlebih dari kaum agamawan yang melihat sekularisme sebagai suatu paham yang sangat berbahaya terhadap eksistensi nilai – nilai setiap agama yang ada di muka bumi ini. Di Indonesia contohnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan sampai mengeluarkan fatwa haram terhadap paham yang satu ini. Betapa tidak bila kita lihat dari maknanya di atas, sungguh sekularisme adalah suatu paham yang secara sistemik berusaha untuk memarjinalkan nilai – nilai mutlak kebenaran agama untuk digantikan dengan nilai – nilai hedonis yang sangat bertentangan dengan tata kelakuan (mores)  maupun adat istiadat (custom) ketimuran yang telah terinstitusionalkan secara sosial di masyarakat Indonesia selama ini. Walaupun ada pihak – pihak yang mengamini bahkan mengusahakan diterimanya paham ini di tanah air, tak syak lagi kepada mereka telah dilabelkan sebagai orang – orang liberalis yang menyandang konotasi negatif ditelinga masyarakat Indonesia. Read the rest of this entry »

gagal lagi

This slideshow requires JavaScript.

Jakarta – Sebetulnya bukan kejutan. Terlebih di SEA Games. Indonesia lebih banyak gagal ketimbang berhasil. Realistis saja. Lebih dari satu dekade, timnas kita sudah menjadi bayang-bayang Thailand, Vietnam, Singapura dan sekarang Malaysia. Tidak lagi mendominasi.

Timnas selalu terlihat meyakinkan di awal. Seperti ketika Egi Melgiansyah dkk. melaju dari Grup A Sepakbola SEA Games 2011. Tapi itu tidak cukup karena diperlukan juga “bagus” di akhir. Hal itu juga dialami timnas senior asuhan Alfred Riedl di AFF 2010 lalu.

Terus terang, tim U23 saat ini hanya bagus dari sisi kegarangan serangan. Mungkin terbaik dari seluruh angkatan timnas Indonesia yang pernah saya tahu. Titus Bonai dan Patrich Wanggai punya naluri mencetak gol yang bagus. Sama seperti para pemain muda asal Papua lainnya. Begitu juga Boas Solossa ketika masih U23. Bisa jadi karena asahan tangan coach Rahmad Darmawan.

Tapi itu tidak cukup. Read the rest of this entry »

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.